• 23

    Sep

    Akademi Komunitas: Formalisasi Kursus dan Pelatihan

    Yogyakarta (23/09) Konon pembentukan akademi komunitas sudah didahului dengan kajian praktek pendidikan vokasi di berbagai negara. Salah satu negara yang dijadikan rujukan akademi komunitas adalah Australia. Di negara kangguru pendidikan vokasi yang diadopsi menjadi akademi komunitas adalah college, yang diselenggarakan selama paling tidak satu tahun setelah sekolah menengah. College merupakan bagian dari pendidikan tinggi atau pendidikan formal. Pendidikan vokasi yang diberikan dilakukan secara intensif sehingga benar-benar menguasai keterampilan yang ditetapkan standar kompetensinya. Di akhir pendidikan, mahasiswa memperoleh sertifikat yang benar menggambarkan kompetensi sesuai dengan kebutuhan dunia industri. Dan dunia industri hanya akan menerima pekerja yang memiliki sertifikat dari
  • 29

    Jul

    Selamat Datang Akademi Komunitas! Bagaimana Nasib LKP?

    Berdasarkan Undang-Undang Pendidikan Tinggi yang baru saja disyahkan oleh DPR pada tanggal 13 Juli 2012 diatur bahwa pemerintah diberi amanat untuk mendirikan akademi komunitas. Dalam pasal 59 ayat (7) UU Pendidikan Tinggi disebutkan bahwa akademi komunitas merupakan perguruan tinggi yang menyelenggarakan pendidikan vokasi setingkat diploma satu dan/atau diploma dua dalam satu atau beberapa cabang ilmu pengetahuan dan/atau teknologi tertentu yang berbasis keunggulan lokal atau untuk memenuhi kebutuhan khusus. Akademiki komunitas akan dibentuk di setiap kabupaten/kota dan tahun ini Kemendikbud sudah menyiapkan anggaran untuk mendirikan 20 akademi komunitas. Persoalannya, bisa jadi pendirian akademi komunitas ini akan menggerus pangsa pasar atau sasaran Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP). M
  • 25

    Jul

    Kesulitan yang Dihadapi Instruktur Kursus serta Bimbingan oleh Pimpinan LKP dan Penilik

    Pengendalian mutu dilakukan agar ada jaminan bahwa layanan yang diselenggarakan memuaskan pelanggan. Oleh karena itulah pada tataran awal pimpinan lembaga kursus dan pelatihan (LKP) wajib melakukan pengawasan terhadap kemampuan instruktur dalam kaitannya dengan standar kompetensi instruktur kursus. Selanjutnya penilik sebagai pengawas satuan pendidikan nonformal wajib melakukan supervisi dan pembinaan kepada instruktur agar mememuhi standar kompetensi serta mampu mengaplikasikan. Kajian yang dilakukan tim pengkaji BPKB DIY (Fauzi Eko Pranyono dkk., Juli, 2012) sebanyak 64 responden menyatakan bahwa 78,1% pimpinan lembaga mengharuskan instruktur menyusun silabus pelatihan, dan 82,8% pimpinan lembaga mengharuskan instruktur menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran. Sebanyak 92,2% responden
  • 24

    Jul

    Pemahaman Kompetensi Pedagogik Instruktur Kursus di DIY

    Akhir Juli 2012 ini BPKB DIY telah menyelesaikan pengkajian terhadap standar  kompetensi pedagogik instruktur kursus yang sudah dilakukan selama tiga bulan sejak Mei 2012. Pengkajian ini bertujuan untuk memetakan kompetensi pedagogik instruktur kursus. Instruktur kursus di Daerah Istimewa Yogyakarta terdapat 237 orang (BPKB DIY, 2009) dan baru 128 orang (54,01%) yang memenuhi kualifikasi minimal sarjana/DIV.  Sementara itu dari hasil berbagai diskusi kelompok terarah (focus group discussion) dan workshop tentang kompetensi instruktur yang diselenggarakan oleh BPKB DIY pada kurusn waktu 2009-2011 disimpulkan bahwa kompetensi pedagogi dan kompetensi profesional masih perlu ditingkatkan. Namun demikian sampai sekarang belum ada data empiris yang mendukung asumsi atau ke
  • 17

    Jul

    Bantuan Penulisan Buku Ajar Peningkatan Kompetensi Pendidik Pendidikan Nonformal

    Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Pusat Pengembangan Profesi Pendidik memberi kesempatan kepada pamong belajar, tutor pendidikan keaksaraan, tutor pendidikan kesetaraan, dan instruktur kursus untuk terlibat penulisan buku ajar peningkatan kompetensi pendidik pendidikan nonformal (PNF). Usulan penulisan sudah harus diterima pada minggu III bulan Juli (cap pos) di Kemendikbud. Tujuan penulisan buku ajar adalah memberikan motivasi kepada pendidik PNF untuk melakukan pengembangan berfikir dan bertindak kreatif, membentuk sikap rasional dan ilmiah, membentuk kesadaran kritis dan meningkatkan budaya menulis karya ilmiah pendidik PNF terkait dengan kompetensinya. Adapun persyaratan di antaranya adalah (1) penulisan setiap judul buku dilakukan secara perorangan/individual; (2) setiap p
- Next

Author

Follow Me